Di ujung malam yang masih dingin, Lala bangkit dari tidur lelapnya
Langit masih gelap pekat, tapi mata Lala sudah menyala, ada api kecil di bola matanya, api sebuah impian.
Setiap langkah Lala menuju sekolah adalah doa yang terselipkan di dalam debu jalanan.
setiap butir-butir keringat di dahinya adalah bintang yang menuntun jalannya. Kadang Lala merasa lelah, kadang hampir menyerah, tapi hatinya berbisik lembut " Mentari pun tak lahir tanpa menembus gelap"